Pengertian Kritik Sastra

Kritik Sastra adalah analisa terhadap suatu karya sastra untuk mengamati atau menilai baik buruknya suatu karya secara objektif.

Ciri-ciri Kritik Sastra
  1. Bersifat objektif.
  2. Bertujuan untuk membangun (memperbaiki) karya yang dikritik.
  3. Menjadi bahan acuan untuk meningkatkan kreativitas pencipta karya tersebut.

Contok Kritik Satra
Kritik Puisi yang berjudul “Pada Suatu Hari Nanti” karya Sapardi Djoko Damono.
Untuk memhami pusi kita dapat memulai dengan memparafrase. Memparafrase adalah mengubah dari bentuk puisi ke dalam bentuk prosa. Puisi ini apabila diparafrase akan seperti ini, pada suatu hari nanti bila jasadku ada lagi. Tetapi engkau tetap bisa menjumpaiku dalam karyaku yang tertuang dalam baiti-bait sajak ini sebab engkau tak akan aku relakan sendiri setelah aku tiada nanti.

Pada suatu hari nanti jika suaraku tidak terdengar lagi tetapi kau masih bisa mendengarkan suaraku di antara larik-larik sajak ini yang dibaca oleh orang-orang yang menyukai puisi. Dengan demikian, kau akan tetap menikmati, dengan cara ini aku menyiasati perpisahan denganmu.

Pada suatu hari nanti bila impianku pun tak dikenal orang-orang lagi, namun disela-sela huruf sajak ini kau tidak akan bosan dan letih menelaah nilai-nilai yang terkandung di dalam sajak ini yang selama ini aku cari dalam hidupku yang aku tuangkan dalam sajak.

Hasil dalam memparafrase di atas dapatlah ditarik simpulan sebuah tema perasaan cinta terhadap seseorang. Perasaan tersebut diungkapkan dengan pernyataan bahwa aku lirik tidak akan meninggalkan seseorang tersebut meskipun ia sudah meninggal dunia. Lewat karyanya, orang yang dicintai akan tetap bersamanya , yang diungkapkan dalam baris “ tapi dalam bait-bait sajak ini”,” kau takkan kurelakan sendiri”. Dengan karyanya juga orang yang dicintai dapat mendengarkan puisi yang dibacakan atau ia baca sendiri yang mana dalam kegiatan ini seolah- olah orang yang dicintai mendengar suaranya, hal ini ada pada baris yang berbunyi “tapi di antara larik-larik sajak ini”,” kau akan tetap kusiasati”.

Amanat yang terkandung dalam puisi tersebut adalah penulis ingin menyampaikan pesan kepada orang-orang terdekat, orang-orang yang selama ini dicintai dan mencintainya bahwa dirinya akan selalu ada meskipun secara jasad sudah tiada . Keberadaan dirinya akan selalu dirasakan melalui karya-karya puisi yang ditulisnya. Puisi-puisinyalah yang nantinya akan menemani setiap orang-orang yang merindukannya.

Suasana yang tergambar pada puisi tersebut adalah suasana khususk, sedih, namun menyiratkan optimism. Ada empat unsur hakikat puisi yang harus diperhatikan yaitu: tema,  perasaan penyair, nada atau sikap penyair terhadap pembaca, dan amanat. Keempat unsur tersebut akan menyatu dalam wujud penyampaian bahasa penyair. Disinilah kehebatan Sapardi Djoko Damono menyatukan keempat unsur itu ke dalam wujud penyampaian bahasa penyair. Meskipun Sapardi menggunakan bahasa yang lugas dalam penyampaian perasaannya, ia tidak meninggalkan ciri khas bahasa sastra yaitu bahasa estetik.


Post a Comment

Previous Post Next Post

Contact Form